salji putih

no copy paste

Tuesday, 29 March 2011

BERPISAH DENGAN SAHABAT

Bila nanti kita berpisah,
Jangan kau lupakan . .
Kenangan yang indah,
Kisah kita . .
Jika memang kau tak tercipta,
Untuk ku miliki . .
Cobalah mengerti
Yang terjadi
Bila mungkin memang tak bisa . .
Jangan pernah coba memaksa . .
Tuk tetap bertahan,
Di tengah kepedihan . .
" jadikan ini . PERPISASAHAN yg TERMANIS ."
" yg INDAH dalam HIDUPKU . SEPANJANG WAKTU ."
Semua berakhir,
Tanpa dendam dalam hati . .
Maafkan semua salahku . .
Yang mungkin menyakitimu . .
Semoga kelak kau kan temukan . .
Kekasih Sahabat sejati . .
Yang kan menyayangi . .
Lebih dariku . .
Bila mungkin memang tak bisa,
Menyatukan perbedaan kita,
Dan tetap bertahan . .
Ditengah kepedihan . . .
 

- sebaik PUISI ku utk mu -


Jika jarak memisahkan kita,
Ingatlah, sahabat . . .
Bahwa sebetulnya kita teramat dekat
Bila waktu memisahkan kita,
Renungkanlah, sahabat . . .
Bahwa seribu tahun itu tidak beda dari sedetik
Saat rindu memisahkan kita,
Jangan lupakan, sahabat . . .
Sebenarnya kita sedang berpelukan jadi satu
Jika sedih memisahkan kita,
Lihatlah, sahabat . . .
Bahwa sedih dan bahagiamu adalah milikku juga
Bila sepi mulai menghinggapi kita,
Sadarilah, sahabat . . .
Bahwa kita selalu ada dalam detak irama jantung
Saat tangan kita harus saling melambai
Jangan ucapkan selamat berpisah
Karena didalam persahabatan
Sebetulnya kita tidak pernah pergi kemana-mana

HARI INI PENUH DENGAN SENYUMAN

Manis wajahmu kulihat di sana,Apa rahsia yang tersirat,Tapi zahirnya dapat kulihat,Mesra wajahmu dengan senyuman.Senyuman...senyumanSenyum tanda mesra,Senyum tanda sayang,Senyumlah sedekah yang paling mudah,Senyum di waktu susah,Tanda ketabahan Senyuman itu tanda keimanan.Senyumlah senyumlah senyumlah senyumlahHati yang gundah terasa tenang,Bila melihat senyum hatikan tenang,Tapi senyumlah seikhlas hati,
Senyuman dari hati jatuh ke hati.
Senyumlah senyumlah Senyumlah seperti Rasulullah,Senyumnya bersinar dengan cahaya,Senyumlah kita hanya kerana Allah,Itulah senyuman bersedekah.Senyumlah senyumlah senyumlah senyumlahItulah sedekah yang paling mudah,Tiada terasa terhutang budi,Ikat persahabatan antara kita,Tapi senyum jangan disalah guna.Senyumlah senyumlah senyumlah senyumlah

Monday, 28 March 2011

A LITTLE TITANIC STORY

Of all the amazing tales told about the Titanic, there is one little story I always find fascinating even though it tells us absolutely nothing about the details of the tragic sinking on that cold night in April 1912.
It is not the fact that the great liner was designed and had the space to carry 48 lifeboats but only 16 were actually included to fulfil the letter of the law. It was not the fact that in spite of ice warnings the ship's speed was not reduced. If it had been, then fewer watertight compartments would have been flooded, and the ship would have remained afloat much longer, and possibly been salvaged.
Not even the fact that after the order was given for women and children to go first, all of the children from the 1st. and 2nd. class were saved but most of the children in the 3rd class were drowned. (All 5 of 1st class children saved, all 24 of 2nd. class children saved but only 23 of the 76 in 3rd. class saved, 60% of these were lost). Or that all of the rocket signals fired by members of the Titanic crew were misunderstood by sailors on a ship not far away.
No. It was none of these. It was the story of Jerome Bourke from Cork.
Jerome Bourke was a young enthusiastic lad from Glanmire near Cork City. He planned to go to America in the Spring of 1912 following two of his sisters who had gone to the USA some time before.
One of the last known photographs of the Titanic
Another sister of his, Nora was very friendly with the checker at the ticket office and he suggested that Jerome could travel on the new liner 'Titanic' which would be calling at Queenstown a few weeks later. Jerome's dreams were coming true.
Before his departure, a neighbour, Mrs 0'Connell, came to the Bourke house with some holy water. Jerome's mother filled some of this water into a small bottle so that Jerome could take it with him. His sister Nora had been on a trip to Lourdes the year before and she brought this special bottle back with her.
On the morning of April 11th Jerome said good bye to his family and with his few possessions, including the bottle, he embarked on the new liner at Cobh. That evening he had his last view of the Cork Coast as the ship sailed silently past the Daunt Rock and out to sea.
The ship hit the iceberg on the night of the Sunday 14th of April at about 10.40 pm and within an hour many lifeboats were filled and lowered to the water. It was 2.20 am on the Monday morning when the ship actually went down and most of the passengers died from exposure in the ice-cold water while floating about wearing their life jackets.
Like everybody else, the Bourke's learned of the tragedy of the sinking. They feared for the worst and every day for about three weeks people called at the house to see if they had any news of Jerome. By early May they got the dreaded news and they mourned for Jerome, and all the other people whose lives and hopes and dreams were dashed by this tragic happening.
Over a year later in early Summer of 1915, a man walking with his dog along the shore, half way down the river in Cork harbour (near Dunkettle), found this unusual bottle which appeared to have come in with the tide. On removing the cork he found a rolled up piece of paper containing a message written with pencil.

Jerome Bourke's note
Did this bottle come all the way back to Cork harbour and end up on the the shore near Dunkettle. There are a number of possibilities as to how the bottle came to be on a shore only a few miles from the Bourke's home in Glanmire.
1. The bottle may have been thrown there recently by some other person.
- But Jerome had the bottle with him on the Titanic when leaving Cobh.
2. Jerome may have thrown the bottle into the sea as the ship left Cork harbour.
- But why write the 13th April when it was only the 11th when leaving Cork ?
The last known photograph of the Titanic
Since the date on the note was the 13th, we can reasonably accept that the message was written on the Saturday, the day before the Titanic hit the iceberg. There is also the slight possibility that Jerome wrote this note on the Sunday night after the accident, but made a mistake when writing the date. The note was rolled up and inserted into the bottle and the cork then firmly pushed down into the neck of the bottle which was then thrown into the sea. The little bottle stayed afloat and the current carried it back again towards the Irish coast, a journey of nearly 3000 miles. It is a coincidence that it should be carried back in through Cork harbour and end up in the Parish where Jerome was born, - even if it did take nearly 14 months before it was found.
Not having Jerome's remains or his grave to visit, Jerome's Mother and family were very thankful to have something tangible to remind them of Jerome after such a tragic end to a trip to America.
The above story was related by John Bourke (nephew) and by Brid 0'Flynn (his grand-niece) on an the Nationwide Programme broadcast on RTE a few years ago.

KENAPA SAYANG MAK DAN AYAH

Kanak-kanak kalau ditanya kenapa sayang mak dan ayah, mereka mungkin tidak tahu apa yang patut di jawab. Kita ketika zaman sekolah dulu-dulu, kalau ditanya kenapa sayang mak dan ayah, mungkin ini jawapan skemanya;
“ Kerana mereka yang membesarkan saya. Tanpa mereka siapalah saya.”
Marah tak kalau saya katakan jawapan skema itu salah! Bukan 100% salah, cuma tidak tepat. Kenapa sayang mak da ayah? Jawapan paling tepat mestilah..
“Sebab Allah suruh saya sayang ibu bapa saya.”
Ya, kita kan hamba Allah. Kita kan orang Islam. Nak tak nak kita kena ikut perintah Pencipta kita. Kalau Allah suruh kita sayang ibu bapa kita. Kita kenalah sayang mereka.

“Dan Kami wajibkan kepada manusia agar (berbuat) kebaikan kepada kedua orang tuanya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, maka janganlah engkau patuhi keduanya. Hanya kepadaKu lah tempat kembalimu. Dan akan Aku beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” [ Al-‘Ankabut:8]
Maknanya Allah menyeru manusia untuk berbuat baik kepada kedua ibu bapa kita. Kita diseru mentaati ibu bapa kita selagi  suruhan mereka tidak melanggar syariat Islam. Tapi amat menyedihkan dan memilukan sekali apabila di zaman yang serba moden ini banyak kisah yang kita dengar tentang ibu bapa yang dipinggirkan.
Mungkin nasihat demi nasihat yang diberikan selama ini kurang berkesan.
“Tak baik buat macam tu. Ibu bapa banyak berkorban membesarkan kita.”
“Tak baik buat macam tu. Ibu bapa boleh jaga 10 oranga anak tapi 10 orang anak tak boleh jaga ibu bapa,”
Tapi apabila Allah, Pencipta Yang Satu telah berfirman dalam kalamNya menyeru manusia berbuat baik kepada ibu bapa, siapalah kita yang kerdil ini mahu mengingkari perintah Pencipta kita itu.
“Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu): Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah  kepada ibu bapa, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah solat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling.” [Al-baqarah:83]
“Katakanlah ( Muhammad), “Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapa, dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan, Kami akan memberi rezki kepadamu dan kepada mereka, dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya mahupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar”. Demikian itu yang diperintahkan kepadamu supaya kamu memahami(nya).” [Al-An’am: 151]
Bukan sekali bukan dua kali, malah berkali-kali Allah menyeru kita berbuat baik kepada kedua orang tua kita. Jika semua manusia taat kepada perintah Allah ini, mungkin tiada lagi kita dengar berita ibu dibiarkan ditepi-tepi jalan. Saya pernah terbaca kisah ini di akhbar suatu ketika dahulu;
“Seorang ibu yang tinggal di Sarawak, sanggup meminjam duit dari sanak saudara untuk membeli tiket kapal terbang ke Kuala Lumpur untuk mencari anaknya yang lama terpisah. Setelah sampai dan berjaya mencari alamat tempat tinggal anaknya, ibu tua itu pergi dengan harapan dapat memeluk anak gadisnya itu. Tapi malang sekali apabila anak gadisnya yang sudah berkahwin itu tidak mengaku wanita itu adalah ibunya. Ibu tua yang membawa hadiah baju kurung buat anak gadisnya itu terpaksa beredar dari situ dan terpaksa bermalam di balai polis.”
Sanggupnya seorang anak menghalau ibu tua yang datang begitu jauh untuk bertemu dengannya. Jadi, kita yang masih punya perasaan sayang dan cinta pada ibu bapa kita sepatutnya bersyukur kerana Allah masih menganugerahkan nilai kasih sayang dalam diri kita. Sekarang kita sudah tahu siapa yang harus kita sayangi, kepada siapa kita harus berbuat baik.
Selepas ini kalau ada orang tanya lagi, kenapa sayang mak dan ayah, kita jawablah;
“Sebab Allah suruh saya sayang kedua ibu bapa saya.”
Tapi perbuatan kita pun mestilah selari dengan apa yang kita lafazkan.
Curahkan sepenuh kasih sayang kepada Ma, Mama, Papa, Ummi, Abah, Baba, Ibu, Mummy, Daddy kita.
Ikhlaslah menyayangi mereka kerana Allah s.w.t.

KAWAN

>KAWAN<....

Bukan "1"
tapi berjuta.....

Bukan untuk diguna
tapi untuk dijaga......

Bukan untuk dimusuhi
tapi untuk disayangi.......

Bukan untuk sementara
tapi untuk selamanya.......

Bukan untuk dilupakan
tapi untuk diingati........

Bukan untuk ditingalkan
tapi untuk dirindui........

Bukan hanya disini
tapi dimana-.mana.......

Bukan setakat ini
tapi hingga ke hujung nyawa......